Scroll untuk baca artikel
Contoh gambar
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasional

Prabowo ke Sydney: Lawatan 2 Hari yang Padat, dan Dampak Strategis bagi NKRI

86
×

Prabowo ke Sydney: Lawatan 2 Hari yang Padat, dan Dampak Strategis bagi NKRI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Penulis: Tim redaksi  | Kategori berita | Internasional

Lawatan Singkat, Diplomasi Padat

SYDNEY — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia pada 11–12 November 2025, bertempat di Sydney. Dalam tempo dua hari, Prabowo menuntaskan rangkaian pertemuan strategis dengan Perdana Menteri Anthony Albanese di Kirribilli House, upacara kenegaraan di Admiralty House, serta inspeksi kapal perang HMAS Canberra.
Meskipun hanya dua hari, jadwal lawatan tersebut berlangsung intens dan nyaris tanpa waktu istirahat bagi Presiden.

Example 300x600

Diplomasi Maraton: Prabowo Nyaris Tanpa Istirahat

Menurut laporan resmi Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo tiba di Sydney pada pukul 22.00 waktu setempat, 11 November 2025, dan langsung dijadwalkan untuk pertemuan bilateral esok paginya tanpa jeda panjang. “Presiden menjalani jadwal yang sangat padat, hampir tanpa waktu rehat,” ujar sumber dari protokol Istana Kepresidenan.

Sejak pagi hari 12 November, Prabowo telah menghadiri upacara kenegaraan bersama Gubernur Jenderal Sam Mostyn, diikuti pertemuan empat mata dengan PM Albanese di Kirribilli House yang berlangsung hampir dua jam. Tak hanya formalitas, Prabowo juga memanfaatkan setiap momen untuk membangun kedekatan pribadi dan diplomatik.

Hasil Kunjungan: Perjanjian Keamanan Bilateral

Kunjungan singkat tersebut berujung pada pengumuman rencana perjanjian keamanan bilateral baru antara Indonesia dan Australia. Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Reuters, kedua negara sepakat menandatangani Bilateral Treaty on Common Security yang mencakup kerja sama di bidang pertahanan laut, pertukaran intelijen, dan pengembangan industri pertahanan bersama.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi itu. “Indonesia dan Australia harus menjadi tetangga yang baik — good neighbours — yang siap saling membantu dalam krisis, baik ekonomi, keamanan, maupun kemanusiaan,” ujarnya di hadapan media Australia dan Indonesia.

Dampak Strategis bagi NKRI

Dari sisi ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa Australia termasuk dalam 10 besar mitra dagang utama Indonesia. Pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai **USD 14,7 miliar**, naik **8,3%** dibanding tahun sebelumnya.

Pada sektor investasi, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa investasi Australia di Indonesia mencapai USD 780 juta pada 2024, dengan fokus utama pada sektor pertambangan, energi, dan pendidikan vokasi. Dengan perjanjian keamanan dan industri baru yang disepakati, potensi nilai kerja sama ini diproyeksikan meningkat hingga **USD 1,2 miliar pada 2026**.

Bidang Kerja Sama Nilai (USD, Juta) Proyeksi Pertumbuhan 2026
Pertahanan & Industri Militer 400 +60%
Pendidikan & Pertukaran Akademik 220 +45%
Perdagangan & Investasi Umum 780 +53%
Energi & Sumber Daya Alam 600 +40%

Dampak strategis bagi NKRI tidak berhenti pada ekonomi. Kerja sama pertahanan yang dibangun dengan Australia juga mendukung posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim utama di kawasan, sejalan dengan konsep Poros Maritim Dunia yang menjadi prioritas kebijakan luar negeri Presiden Prabowo.

Diplomasi Publik: Indonesia Raya di Sydney

Saat tiba di Sydney, puluhan warga diaspora Indonesia berkumpul di depan hotel tempat Presiden menginap. Mereka menyambut dengan nyanyian “Indonesia Raya”, menciptakan suasana haru dan bangga. Kementerian Sekretariat Negara melaporkan bahwa Presiden sempat melambaikan tangan sambil menyapa masyarakat, seraya berterima kasih atas dukungan mereka di perantauan.

“Rakyat kita di luar negeri adalah duta kecil bangsa,” ujar Prabowo saat berbincang dengan diaspora, “mereka mengingatkan saya bahwa diplomasi bukan hanya antar pemerintah, tapi antar hati.”

Analisis: Dua Hari yang Mengubah Lanskap Diplomasi

Meski lawatan hanya dua hari dan nyaris tanpa waktu istirahat, hasil diplomatiknya dinilai sebanding dengan kunjungan jangka panjang. Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Yayan Ganda, menilai bahwa gaya komunikasi Prabowo yang lugas namun hangat mempercepat tercapainya kesepahaman bilateral.

“Lawatan ini menunjukkan karakter diplomasi baru Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo: aktif, realistis, dan berorientasi hasil. Dalam dua hari, ia berhasil menciptakan hubungan personal yang solid dengan PM Albanese sekaligus mengamankan dasar kerja sama keamanan dan ekonomi,” ujarnya.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *