Di lorong RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Subianto tak hanya membawa ucapan duka. Ia membawa “palu” kebijakan untuk merombak ribuan perlintasan maut yang puluhan tahun terabaikan.
Tragedi ini menjadi pemantik sekaligus empati bagi Prabowo. Ia menyadari bahwa mobilitas kereta api adalah urat nadi penting bagi ekonomi dan transportasi rakyat, namun keselamatan seringkali tercecer di belakang. “Kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan ini,” ujarnya dengan nada rendah.
Namun, Prabowo bukan tipe pemimpin yang hanya berhenti pada simpati. Di hadapan media, ia langsung membeberkan solusi solutif yang berorientasi jangka panjang. Solusi tersebut adalah pembangunan infrastruktur pemisah jalur (flyover) di kawasan padat penduduk dan pengamanan ketat di seluruh perlintasan sebidang yang selama ini “buta” tanpa penjagaan.
Statistik & Kebijakan Solutif Presiden:
- Titik Rawan: Terdapat 1.800 titik lintasan kereta api di Pulau Jawa yang tidak dijaga, peninggalan era kolonial Belanda yang belum terselesaikan.
- Anggaran Penyelamatan: Presiden telah memerintahkan pengalokasian dana sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki seluruh lintasan tersebut.
- Infrastruktur Bekasi: Menyetujui pembangunan flyover di Bekasi menggunakan dana Bantuan Presiden (Banpres) guna mengurai kepadatan dan menghindari persilangan maut.
- Data Korban: Total terdapat 60 korban (update terkini menyebutkan 54 orang) yang saat ini tengah mendapatkan penanganan medis maksimal.
Presiden menegaskan bahwa investigasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk menemukan akar masalah teknis. Selain itu, ia menjamin seluruh korban akan mendapatkan kompensasi yang layak dari negara. Baginya, mengeluarkan Rp4 triliun bukanlah beban anggaran, melainkan investasi untuk harga diri sebuah bangsa yang menghargai nyawa setiap warganya.
Langkah Prabowo di Bekasi hari ini mengirimkan pesan kuat tentang nasionalisme yang membumi: bahwa kedaulatan bangsa bukan hanya soal pertahanan wilayah, melainkan tentang kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi seorang buruh yang pulang kerja maupun keluarga yang bepergian dengan transportasi publik.



















