Penulis: Tim redaksi — Kategori berita — Pendidikan
JAKARTA, — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen besarnya terhadap reformasi pendidikan nasional dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025. Dalam pidato selama lebih dari satu jam, Prabowo memaparkan strategi nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, penguatan kompetensi guru, peningkatan kesejahteraan, hingga pembangunan infrastruktur darurat bagi anak sekolah di pelosok.
Pidato tersebut menjadi salah satu pernyataan paling komprehensif mengenai arah kebijakan pendidikan Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo–Gibran. Dengan filosofi bahwa pendidikan adalah penentu kebangkitan bangsa, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia harus melakukan lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju.
Pendidikan sebagai Fondasi Kebangkitan Bangsa
Dalam pembuka pidatonya, Presiden Prabowo menyebut bahwa kualitas pendidikan menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, tidak ada negara maju di dunia yang tidak melakukan investasi besar pada sektor pendidikan.
“Kebangkitan dan keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya,” ujar Prabowo. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi mata anggaran terbesar negara, dengan memastikan bahwa minimal 20% APBN disalurkan secara tepat sasaran.
Di hadapan 10 ribu guru yang hadir, Prabowo juga menyampaikan penghormatan mendalam:
“Guru adalah tonggak utama peradaban. Tanpa guru yang baik, tidak akan ada menteri, jenderal, atau pemimpin yang berdiri di sini hari ini.”
Reformasi Besar Kesejahteraan Guru
Peningkatan kesejahteraan menjadi fokus utama. Prabowo menilai terlalu lama guru berada dalam kondisi sulit, terutama guru non-ASN yang mengemban beban kerja sama beratnya dengan guru ASN.
Statistik Kesejahteraan Guru yang Sudah Direalisasikan
- Tunjangan guru non-ASN dinaikkan menjadi Rp 2 juta per bulan (sudah berjalan).
- Tunjangan profesi guru ASN disetarakan dengan gaji pokok.
- Target 2026: tunjangan ditransfer setiap bulan (saat ini 3 bulan sekali).
Langkah ini digadang sebagai fondasi stabilitas ekonomi bagi guru, sekaligus upaya mengembalikan martabat profesi pendidik.
Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Guru
Prabowo juga mengumumkan lonjakan besar program peningkatan kompetensi:
- 808.865 guru mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) sepanjang 2025.
- Program RPL (kuliah S1 bagi guru honorer): 12.500 guru tahun 2025.
- Target 2026: 150.000 guru akan dibiayai untuk mendapatkan ijazah S1.
Menurut Prabowo, kualitas guru adalah “syarat mutlak kemajuan negara”.
Digitalisasi Pembelajaran: Lompatan Besar Pendidikan Indonesia
Selain reformasi guru, komponen terbesar dari program pendidikan Prabowo adalah digitalisasi total pembelajaran di sekolah. Pemerintah mengirimkan panel interaktif ke sekolah sebagai sarana pembelajaran modern.
Statistik Resmi Distribusi Panel Interaktif
- Distribusi dimulai: 15 Agustus 2025.
- Panel interaktif terkirim hingga 16 November 2025: 172.550 unit.
- Target nasional hingga akhir Desember 2025: 288.000 sekolah.
- Sisa pengiriman (per November 2025): 43.022 unit.
- Target 2026: setiap sekolah akan menerima 3 panel interaktif (naik dari 1 unit).
Prabowo menyebut bahwa teknologi akan menjadi leap-frog, cara cepat untuk mengejar negara-negara yang sudah jauh maju.
“Kita tidak bisa mengejar mereka jika berjalan. Kita harus melompat. Teknologi adalah caranya.”
Rencana Pengajaran Digital Nasional
Pemerintah menyiapkan studio pembelajaran nasional untuk menyiarkan materi dari:
- Guru terbaik nasional, dan
- Guru internasional dari negara maju.
Tujuannya: standar pelajaran harus “yang terbaik dari belahan dunia manapun”.
Bahasa Asing sebagai Prioritas
- Mulai 2027, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD.
- Bahasa asing lain (Mandarin, Prancis, dll.) disiapkan untuk memperkuat daya saing global.
Revitalisasi Sekolah dan Infrastruktur Darurat
Presiden Prabowo menyoroti kondisi sekolah di pelosok yang masih memprihatinkan.
Data Revitalisasi Sekolah
- Sekolah yang berhasil direvitalisasi tahun 2025: 16.000 sekolah.
- Target revitalisasi tahun 2026: 60.000 sekolah.
Pemerintah akan memprioritaskan ruang kelas rusak, laboratorium, dan fasilitas sanitasi.
Pembangunan 300.000 Jembatan Darurat
Salah satu bagian paling menyentuh dari pidato Prabowo adalah tentang anak-anak yang mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai atau jembatan darurat untuk pergi ke sekolah.
Prabowo menginstruksikan pembentukan satuan tugas khusus untuk membangun:
- 300.000 jembatan darurat di seluruh Indonesia.
“Anak-anak tidak boleh meninggal hanya karena ingin pergi ke sekolah. Ini tanggung jawab negara.”
Tata Kelola Anggaran Pendidikan: Fokus pada Transparansi
Prabowo memberi peringatan keras terhadap penyelewengan anggaran pendidikan. Ia menegaskan bahwa anggaran besar tidak boleh bocor atau disalahgunakan.
“Anggaran pendidikan harus sampai ke guru, siswa, sekolah, buku, dan gedung. Tidak boleh ada yang bermain-main.”
Fokus Utama Pengawasan Anggaran
- Pusat dan daerah wajib melaporkan progres penggunaan dana.
- Audit rutin pada pembelian panel, laptop, dan pembangunan sekolah.
- Penerapan sistem anggaran digital berbasis pelacakan.
Prabowo secara eksplisit menyampaikan komitmen untuk memberantas korupsi dalam anggaran pendidikan.
Analisis: Dampak Strategis Program Pendidikan Prabowo untuk NKRI
Kebijakan pendidikan Prabowo 2025–2026 masuk kategori reformasi menyeluruh (holistic reform). Dampaknya mencakup:
Dampak Jangka Pendek
- Guru memperoleh stabilitas ekonomi melalui tunjangan baru.
- Sekolah mulai memasuki era digital.
- Materi pembelajaran menjadi lebih interaktif dan modern.
Dampak Jangka Menengah
- Peningkatan kompetensi melalui PPG dan beasiswa guru.
- Peningkatan mutu lulusan sekolah dasar dan menengah.
- Pengurangan ketimpangan pendidikan kota-desa.
Dampak Jangka Panjang
- Generasi muda lebih siap bersaing secara global.
- Akselerasi visi “Indonesia Emas 2045”.
- Pendidikan menjadi penggerak ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge economy).
Kesimpulan
Program pendidikan Presiden Prabowo adalah salah satu agenda nasional paling utama dalam sejarah pendidikan Indonesia. Reformasi guru, digitalisasi sekolah, pembentukan studio pembelajaran nasional, hingga pembangunan 300.000 jembatan pendidikan merupakan langkah besar menuju transformasi.
Dengan visi bahwa pendidikan adalah jantung kebangkitan bangsa, Prabowo ingin memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tertinggal, baik di kota besar maupun di pelosok terpencil.



















