Penulis: Tim redaksi — Kategori berita
BOGOR, — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung rapat terbatas (Ratas) darurat penanganan bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada Minggu (14/12/2025). Sebagai rapat terbatas lanjutan yang digelar pada tanggal 7 Desember 2025 di Aceh. Rapat digelar di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, setelah Kepala Negara melakukan serangkaian peninjauan lapangan ke wilayah terdampak.
Ratas Darurat Hambalang: Dipimpin Langsung Presiden
Berdasarkan keterangan Sekretaris Kabinet Tedi Indrawijaya, Ratas Hambalang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Rapat berlangsung pada hari Minggu, tanpa jeda akhir pekan, mencerminkan urgensi penanganan bencana yang sedang berlangsung.
Fokus utama rapat adalah evaluasi kondisi terkini pascabencana, percepatan distribusi bantuan, serta keputusan strategis terkait rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Aceh: Episentrum Dampak Bencana
Dalam paparan BNPB pada Ratas tersebut, Aceh tercatat sebagai provinsi dengan dampak paling besar secara nasional. Hingga Minggu pagi, data korban menunjukkan:
- 36 orang meninggal dunia
- 97 orang dinyatakan hilang
- 914.202 jiwa mengungsi
Dua kabupaten berada dalam kondisi paling kritis, yakni Bener Meriah dengan 232 desa terdampak dan Aceh Tengah dengan 295 desa di 14 kecamatan. Ratusan desa masih belum sepenuhnya dapat diakses melalui jalur darat.
Infrastruktur Terputus dan Akses Jalan
Terdapat tiga titik nasional yang masih terputus, yaitu Jembatan Meureudu, Jembatan Tepin Mane (Bireuen–Bener Meriah), serta ruas Bireuen–Aceh Utara. Presiden Prabowo secara khusus meminta percepatan penyelesaian Jembatan Tepin Mane dengan target fungsional sebelum 10 Desember.
Utilitas Dasar Aceh: Listrik, BBM, Air, dan Kesehatan
PT PLN melaporkan pemulihan kelistrikan di Aceh telah mencapai 81 persen. Empat wilayah—Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues—masih dalam proses penyalaan tegangan rendah dan ditargetkan pulih total dalam waktu 24 jam.
Distribusi BBM dan LPG menghadapi tantangan signifikan. Dari tujuh SPBU di Aceh Tamiang, baru tiga SPBU yang beroperasi. Untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, pasokan dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules dan metode sling load LPG.
Layanan air bersih PDAM masih terganggu di delapan wilayah akibat rusaknya sumber air baku. Pemerintah mengerahkan mobil tangki air dan pompa tambahan.
Di sektor kesehatan, enam RSUD belum beroperasi penuh dan dibutuhkan 300 dokter tambahan. TNI dan Polri membantu proses pembersihan rumah sakit agar layanan dapat segera normal.
Logistik dan Dana Pemulihan Aceh
Logistik yang telah tersalurkan di Aceh mencapai 166,8 ton, dengan buffer stok nasional sebesar 103,7 ton. Distribusi ke wilayah terisolir dilakukan melalui airdrop dan air landed menggunakan 22 alutsista udara, terdiri atas 15 helikopter dan 7 pesawat.
Estimasi kebutuhan dana rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh mencapai Rp 25,41 triliun.
Sumatera Utara: Fokus Akses dan Logistik
Di Sumatera Utara, dua kabupaten masih mengalami isolasi, yakni Humbang Hasundutan (1 kecamatan) dan Tapanuli Utara (7 kecamatan). Logistik masih harus diantarkan melalui airdrop.
Satu ruas jalan nasional krusial, yaitu jalur Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah (Sibolga, titik Adian Koting), ditargetkan tembus dalam satu minggu pasca-Ratas. Ruas Tapanuli Selatan–Mandailing Natal belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pemulihan kelistrikan telah mencapai 99,9 persen, dengan komunikasi pulih 100 persen. Total logistik tersalur sebesar 193 ton, dan buffer stok 165 ton. Estimasi dana pemulihan Sumatera Utara mencapai Rp 12,8 triliun.
Sumatera Barat: Pemulihan Utilitas Tercepat
Wilayah terisolir di Sumatera Barat meliputi Kabupaten Agam (5 nagari) dan Pesisir Selatan (1 kecamatan, 3 nagari). Jalur nasional Padang–Bukittinggi (Lembah Anai) menjadi titik kritis utama.
Kelistrikan dan komunikasi telah pulih 100 persen. Namun, layanan PDAM masih dipulihkan di 21 kecamatan pada tujuh kabupaten/kota. Logistik tersalur sebesar 98,8 ton, dengan sisa stok 24,12 ton. Estimasi dana pemulihan mencapai Rp 13,52 triliun.
Arahan Tegas Presiden Prabowo
Dalam Ratas, Presiden Prabowo memberikan sejumlah perintah strategis, antara lain:
- Bantuan cepat Rp 4 miliar per kabupaten/kota dan Rp 20 miliar per provinsi
- Pembangunan hunian sementara (huntara) oleh TNI/Polri dengan model prefab Tipe 36
- Pencarian tanah negara dan evaluasi HGU untuk relokasi permanen
- Prioritas logistik dan dapur umum bagi tenaga medis
- Evakuasi medis darurat (medevac) menggunakan helikopter TNI/Polri
Presiden juga menegaskan pengawasan ketat terhadap potensi penyalahgunaan bencana. “Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri,” tegas Presiden. Kapolri diminta mengawasi praktik penimbunan dan kenaikan harga tidak wajar.
Seluruh dokumen kependudukan dan administrasi korban bencana diperintahkan untuk diurus kembali secara gratis.



















