Scroll untuk baca artikel
Contoh gambar
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasional

Garuda di Atas Kremlin: Menunaikan Janji Konstitusi, Merajut Damai untuk Dunia

26
×

Garuda di Atas Kremlin: Menunaikan Janji Konstitusi, Merajut Damai untuk Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Di tengah suhu dingin Moskow, Presiden Prabowo Subianto membawa kehangatan mandat konstitusi: sebuah navigasi cerdas di antara kepentingan nasional dan stabilitas global.


MOSKOW, — Ketika roda pesawat kepresidenan menyentuh landasan di Moskow, yang dibawa Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar tas kerja berisi draf kerja sama ekonomi. Di pundaknya, tersemat beban sejarah dan amanah suci UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.Kunjungan ini bukan sekadar seremoni jabat tangan di atas karpet merah Kremlin. Dalam kacamata geopolitik yang kian buram, langkah Prabowo menemui Vladimir Putin adalah sebuah pernyataan sikap yang tegas. Indonesia, melalui pemimpinnya, menolak menjadi penonton dalam teater konflik global. Di sini, nasionalisme kita tidak sedang mengurung diri, melainkan sedang menunjukkan taringnya sebagai bangsa yang berdaulat dan aktif.Prabowo memahami betul bahwa kepentingan nasional Indonesia—mulai dari ketahanan pangan hingga transfer teknologi pertahanan—terikat erat dengan stabilitas internasional. “Kita bersahabat dengan semua negara, tapi kita tunduk hanya pada kepentingan rakyat kita, menggambarkan prinsip sang Presiden. Inilah esensi politik bebas aktif yang naik kelas: tidak memihak, namun tidak pula diam.

Example 300x600

Di meja perundingan, Prabowo berbicara tentang pupuk bagi petani di Jawa, gandum untuk konsumsi rakyat, sekaligus tentang pentingnya mengakhiri desing peluru di Eropa Timur. Internasionalisme yang diusung bukan berarti melupakan rumah sendiri, melainkan kesadaran bahwa ketika dunia membara, Indonesia tidak akan pernah benar-benar aman. Nasionalisme kita hari ini adalah nasionalisme yang peduli pada nasib kemanusiaan di belahan bumi lain.

Langkah ini menggugah kembali memori kolektif kita pada masa-masa kejayaan diplomasi Indonesia di panggung Non-Blok. Prabowo sedang menegaskan kembali posisi Jakarta sebagai ‘jembatan’ bagi pihak-pihak yang bertikai. Di Rusia, ia membawa pesan bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan ekonomi bagi negara-negara berkembang.

Rakyat di tanah air patut tegak berdiri. Kunjungan ini membuktikan bahwa Indonesia tidak bisa didikte oleh kutub mana pun. Kita bergerak karena amanah konstitusi, kita bertindak karena kepentingan nasional, dan kita berbicara karena cinta pada kemanusiaan. Dari Moskow, dunia kembali diingatkan: Indonesia adalah kekuatan penyeimbang yang tidak bisa diabaikan.

Example 300250
Example 120x600