Penulis Tim Redaksi • 28 Oktober 2025 • Kategori berita
Momentum Kebangsaan: Pemuda Sebagai Pilar Empati dan Tanggung Jawab Sosial
Dalam sambutannya, Buky Wibawa menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan, melainkan harus diimplementasikan dalam tindakan nyata. Ia menilai bahwa pemuda masa kini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk bencana alam yang sering melanda Indonesia, khususnya Jawa Barat.
“Semangat pemuda adalah semangat kerja nyata. Jika dulu mereka bersatu dalam sumpah, kini mereka harus bersatu dalam aksi kemanusiaan,” ujar Buky di hadapan peserta RAPIMDA.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Dr. Hery Antasari, M.Dev.Plg, dan Ketua KNPI Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf Achmad. Mereka bersama-sama menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, relawan, dan organisasi kepemudaan dalam membangun kesadaran mitigasi bencana di daerah-daerah rawan.
Sinergi Satria Jabar dan BPBD: Pemuda di Garda Depan Penanggulangan Bencana
Dalam pertemuan itu, SATRIA Gerindra Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjalankan kerja sama aktif dengan BPBD Jawa Barat. Kolaborasi tersebut akan diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti pelatihan kesiapsiagaan, simulasi evakuasi bencana, serta edukasi kepada masyarakat di daerah berisiko tinggi.
Ketua SATRIA Jabar menegaskan, program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran publik. “Kami ingin menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai fondasi solidaritas sosial yang berpihak pada kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut data BPBD Jawa Barat, wilayah seperti Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, dan Sukabumi tercatat sebagai daerah paling rawan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, langkah SATRIA Jabar dipandang strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat komunitas.
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemerintah, Pemuda, dan Relawan
Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi relawan, dan komunitas pemuda merupakan bentuk tanggung jawab kolektif dalam menghadapi ancaman bencana. Kadispora Jawa Barat, Dr. Hery Antasari, menyebutkan bahwa pelibatan generasi muda dalam mitigasi bencana tidak hanya menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat karakter kepemimpinan di masa depan.
“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya baru di kalangan anak muda. Mereka harus paham risiko bencana dan tahu bagaimana menyelamatkan diri serta membantu orang lain,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ridwansyah Yusuf Achmad dari KNPI Jabar menegaskan bahwa kegiatan seperti RAPIMDA SATRIA ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan nasional yang menekankan nilai-nilai tanggung jawab, kolaborasi, dan empati sosial.
Data dan Statistik: Sumpah Pemuda & Mitigasi Bencana di Jawa Barat
Berikut ini data statistik terkini yang menunjukkan kondisi bencana dan keterlibatan pemuda di Jawa Barat dalam berbagai program mitigasi bencana sepanjang 2024–2025:
| Aspek | Data/Statistik (2024–2025) | Sumber |
|---|---|---|
| Jumlah kejadian bencana di Jawa Barat | 1.218 kasus (banjir, longsor, gempa ringan) | BPBD Jawa Barat |
| Jumlah relawan aktif terdaftar | 8.600 orang di 27 kabupaten/kota | Dispora Jawa Barat |
| Wilayah paling rawan bencana | Bandung Barat, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya | BNPB 2025 |



















