🌊 Warga Pangandaran Sambut Positif KJA Budidaya Lobster, Unpad Pastikan Tak Ganggu Ekosistem
Pangandaran – Masyarakat Pangandaran akhirnya menerima kehadiran Keramba Jaring Apung (KJA) untuk budidaya lobster setelah adanya pertemuan antara Universitas Padjadjaran (Unpad) dan perwakilan warga. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Prof. Yudi Nurul Ihsan, menegaskan bahwa KJA yang digunakan memiliki luas tidak lebih dari 2.000 meter persegi dan tidak akan mengganggu ekosistem maupun sektor pariwisata setempat.
Pertemuan yang berlangsung di Kampus Unpad Jatinangor tersebut dihadiri oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran, Ketua DPRD Pangandaran, Kepala Dinas Perikanan Pangandaran, serta kelompok penggiat pariwisata. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa masyarakat tidak menolak keberadaan KJA, asalkan tidak mengganggu aktivitas pariwisata. Prof. Yudi menambahkan bahwa budidaya lobster menggunakan KJA ini telah melalui riset bertahun-tahun dan sesuai dengan regulasi pemerintah, termasuk memiliki dokumen perizinan KKPRL sebagai izin dasar kegiatan di ruang laut.
Pihak Unpad berharap agar kegiatan budidaya lobster ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Pangandaran dan menjadi contoh eduwisata budidaya lobster modern. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan tidak ada lagi kericuhan dan semua kegiatan di Pantai Timur Pangandaran, baik pariwisata maupun KJA, dapat berjalan dengan baik.
—
KJA budidaya lobster Pangandaran, Unpad, ekosistem laut, pariwisata, pertemuan masyarakat, riset budidaya lobster
Masyarakat Pangandaran akhirnya menerima kehadiran KJA budidaya lobster setelah pertemuan dengan Unpad. Prof. Yudi Nurul Ihsan memastikan bahwa kegiatan ini tidak mengganggu ekosistem dan pariwisata setempat.
Tag: #KJA #BudidayaLobster #Pangandaran #Unpad #EkosistemLaut #Pariwisata
Topik: Lingkungan, Ekonomi,
Pendidikan



















